Modul kewirausahaan untuk Fase F SMK sebaiknya disusun sebagai modul ajar Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) yang bertolak dari Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang digunakan sekolah. Arah utamanya ialah menghubungkan kompetensi keahlian siswa dengan proyek produk atau layanan yang berpotensi bernilai ekonomis. Portal kurikulum pemerintah menempatkan PKK Fase F untuk kelas XI–XII dan menyediakan inspirasi ATP yang dapat ditinjau guru.
Apa yang dimaksud modul kewirausahaan Fase F SMK?
Dalam kurikulum SMK, mata pelajaran yang berkaitan dengan kewirausahaan bernama Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). Dokumen Capaian Pembelajaran PKK Fase F untuk SMK/MAK menggambarkan pembelajaran berbasis proyek sebagai cara siswa mengaktualisasikan kompetensi melalui pembuatan produk atau layanan kreatif yang bernilai ekonomis serta menumbuhkan jiwa wirausaha dari potensi di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Dokumen CP PKK Fase F
| # | Preview | Product | Price | |
|---|---|---|---|---|
| 1 |
|
Social Entrepreneurship: What Everyone Needs to Know® | $9.21 | Buy on Amazon |
| 2 |
|
We Will Sing!: Textbook | $32.76 | Buy on Amazon |
Fase F mencakup kelas XI–XII SMK. Karena modul ajar merupakan perangkat untuk menjalankan tujuan pembelajaran, bukan silabus universal yang otomatis cocok bagi semua sekolah, guru perlu menautkannya pada CP dan ATP yang dipakai sekolah serta kondisi program keahlian dan siswa.
Di mana mencari ATP dan contoh modul PKK Fase F?
Portal kurikulum Kemendikdasmen menampilkan halaman Inspirasi ATP Projek Kreatif dan Kewirausahaan SMK. Guru dapat meninjau daftar inspirasi ATP Fase F serta opsi lihat atau unduh dokumen yang tersedia. Gunakan ATP sebagai rujukan untuk merancang urutan tujuan dan kegiatan, bukan sebagai alasan untuk menyalin proyek tanpa menilai kesesuaiannya dengan sekolah.
Recommended Free Tools
#1 Best Overall
Ruang GTK juga memuat contoh unggahan guru, termasuk Modul Ajar PKK Fase F Smt 3, yang deskripsinya menyebut modul Fase F sebagai penjabaran ATP untuk kelas XI dan XII serta menargetkan produk atau jasa yang sesuai kebutuhan pelanggan. Contoh tersebut membantu melihat kemungkinan penerapan, tetapi bukan format wajib nasional. Contoh lain yang tersedia mengangkat peluang usaha, perencanaan produksi dan biaya, serta konteks program keahlian busana.
Cara menyusun modul yang sesuai dengan sekolah
- Mulai dari peluang atau masalah yang dekat. Identifikasi kebutuhan di sekolah, lingkungan sekitar, atau calon pelanggan yang dapat dijangkau siswa. Pertimbangkan potensi internal dan eksternal SMK.
- Hubungkan proyek dengan kompetensi keahlian. Pilih produk atau layanan yang memungkinkan siswa menerapkan keterampilan program keahliannya sekaligus menjawab kebutuhan calon pelanggan.
- Tetapkan tujuan dan urutan belajar. Cocokkan tujuan modul dengan CP dan ATP yang digunakan sekolah. Tinjau inspirasi ATP pemerintah, lalu sesuaikan urutan kegiatan dengan kemampuan siswa, waktu, fasilitas, dan konteks proyek.
- Rancang kegiatan yang menghasilkan bukti kerja. Tentukan kegiatan yang diperlukan agar siswa bergerak dari gagasan menuju hasil yang dapat ditinjau. Untuk unit produksi, salah satu contoh modul ajar memasukkan penentuan jenis dan jumlah produk, pembuatan rancangan, pembuatan contoh atau prototipe, serta perkiraan biaya produksi. Itu contoh rangkaian untuk konteks produksi, bukan daftar lengkap CP PKK.
- Tentukan bukti belajar dan asesmennya. Pilih bukti yang benar-benar mengukur tujuan, misalnya rencana atau proposal usaha, prototipe atau layanan, catatan biaya, presentasi, dan refleksi. Nilai proses maupun hasil sesuai sasaran pembelajaran yang ditetapkan.
Bagaimana memilih atau menilai contoh modul?
Jangan memilih modul hanya karena produknya menarik atau formatnya tampak lengkap. Periksa kecocokan proyek dengan tujuan pembelajaran dan keadaan sekolah melalui beberapa pertanyaan berikut.
Rank #2
- Apakah tujuan dan aktivitasnya selaras dengan CP serta ATP Fase F yang digunakan sekolah?
- Apakah proyek mengaktifkan kompetensi program keahlian siswa?
- Apakah masalah dan calon pelanggannya cukup dekat untuk dipahami dan diteliti siswa?
- Apakah hasil proyek berupa barang atau layanan, dan apakah bentuk itu sesuai dengan kemampuan serta fasilitas yang tersedia?
- Apakah waktu dan sarana sekolah cukup untuk menyelesaikan kegiatan yang direncanakan?
- Apakah asesmen memeriksa proses dan hasil yang memang menjadi tujuan proyek?
Penerapan PKK dapat berbeda menurut tujuan dan kompetensi keahlian: satu kelas dapat merancang peluang usaha, kelas lain mengerjakan perencanaan produksi dan biaya, sementara program keahlian tertentu mengaitkan proyek dengan bidang busana. Contoh-contoh itu merupakan inspirasi praktisi, bukan bukti bahwa satu produk, susunan kegiatan, atau format modul diwajibkan untuk semua SMK.
Quick Recap
Product prices and availability are accurate as of the date/time indicated and are subject to change. Any price and availability information displayed on Amazon at the time of purchase will apply.




