October DealsAmazon USOctober deal check: compare before you payAmazon US: current deals, useful picks and tech finds.Check DealsWindows FixRecommendedWindows errors stealing your time? Find the fix fastScan stability, cleanup and performance issues.Fix NowOctober DealsAmazon USDeal season is back - check today's better picksAmazon US: current deals, useful picks and tech finds.See Picks×
Skip to content
The Finance Base
The Money Desk · Blog
Re:

Definisi dan Teori Pembelajaran Konsumen: Perbedaan Classical dan Operant Conditioning

Pembelajaran konsumen mencakup pengetahuan dan pengalaman yang membentuk perilaku pembelian berikutnya. Kenali cara kerja pengkondisian klasik, operant, kognitif, dan observational learning.
From TheFinanceBase Team4 min to read
Special offer. See more information about Outbyte and uninstall instructions. Please review EULA and Privacy policy.

Pembelajaran konsumen adalah proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang pembelian serta konsumsi, lalu menggunakannya dalam perilaku terkait di masa depan. Proses ini bisa disengaja—misalnya membandingkan biaya rekening sebelum memilih bank—atau terjadi tanpa direncanakan, seperti terbentuknya kesan setelah berulang kali melihat suatu merek. Dalam teori perilaku, classical conditioning menerangkan asosiasi antara stimulus, sedangkan operant conditioning menerangkan hubungan antara tindakan dan konsekuensinya.

Apa yang dimaksud dengan pembelajaran konsumen?

Pembelajaran konsumen mencakup pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh seseorang mengenai pembelian dan konsumsi, kemudian diterapkan pada keputusan atau perilaku serupa di kemudian hari. Jadi, belajar sebagai konsumen bukan hanya menghafal fitur produk. Pengalaman menggunakan layanan, memahami biaya, melihat cara orang lain memilih, dan mengingat hasil keputusan sebelumnya juga dapat membentuk tindakan berikutnya.

Contohnya, seseorang yang pernah membayar biaya tersembunyi pada suatu layanan mungkin memeriksa syarat dan biaya dengan lebih teliti saat memilih layanan keuangan lain. Pembelajaran dapat berlangsung secara sengaja maupun insidental; tidak setiap perubahan perilaku berawal dari sesi belajar formal atau niat khusus untuk belajar.

Classical conditioning: belajar melalui asosiasi stimulus

Classical conditioning, atau pengkondisian klasik/Pavlovian, terjadi ketika seseorang mempelajari hubungan antara dua stimulus. Dalam pemasaran, merek atau produk dapat dipasangkan berulang kali dengan isyarat, suasana, atau perasaan tertentu. Konsumen mungkin kemudian mengaitkan merek itu dengan isyarat tersebut, meskipun tidak menerima hadiah langsung setiap kali melihatnya.

Special offer. See more information about Outbyte and uninstall instructions. Please review EULA and Privacy policy.

Misalnya, sebuah merek bank secara konsisten menampilkan suasana yang menenangkan dalam komunikasinya. Teori ini membantu menjelaskan kemungkinan terbentuknya asosiasi antara merek dan rasa tenang, tetapi pemasangan isyarat tidak menjamin preferensi yang bertahan atau keputusan membeli.

Operant conditioning: belajar dari konsekuensi tindakan

Operant conditioning, yang juga disebut pengkondisian instrumental, menjelaskan bagaimana konsekuensi memengaruhi kemungkinan suatu perilaku dilakukan kembali. Penguatan dapat mendorong perilaku, sedangkan hukuman dapat menguranginya. Perbedaan pokoknya dari pengkondisian klasik adalah fokusnya: bukan hubungan stimulus dengan stimulus, melainkan hubungan perilaku dengan akibatnya.

Dalam pemasaran, contoh penguatan positif yang dibahas dalam literatur perilaku konsumen meliputi:

  • diskon dan rabat setelah pembelian;
  • poin atau hadiah melalui program loyalitas dan program frekuensi;
  • hadiah, bonus, atau pemberian cuma-cuma.

Insentif tersebut merupakan penerapan gagasan penguatan untuk mendorong pembelian berulang atau loyalitas. Keberadaannya tidak membuktikan bahwa setiap konsumen akan merespons atau bahwa program selalu meningkatkan penjualan.

Special offer. See more information about Outbyte and uninstall instructions. Please review EULA and Privacy policy.

Pembelajaran kognitif dan observational learning

Pendekatan kognitif menekankan proses mental internal. Konsumen dipandang aktif mencari dan mengolah informasi, menggunakan penalaran atau wawasan, serta menyusun pemahaman untuk memecahkan masalah. Seseorang yang membandingkan biaya, manfaat, dan ketentuan beberapa rekening sebelum memilih sedang menggunakan informasi untuk menjawab kebutuhan pembelian.

Observational learning atau pembelajaran melalui pengamatan terjadi saat seseorang melihat tindakan orang lain dan mungkin menjadikannya panduan bagi perilakunya sendiri. Modeling berarti meniru perilaku model yang diamati; pengamatan tidak berarti peniruan pasti terjadi. Kerangka yang dikaitkan dengan Bandura menjelaskan empat unsur yang terlibat:

  1. Perhatian: orang perlu memperhatikan tindakan atau modelnya.
  2. Retensi: informasi yang diamati perlu diingat.
  3. Inisiasi atau kemampuan melakukan: orang perlu mampu menjalankan perilaku tersebut.
  4. Motivasi: orang perlu memiliki alasan atau dorongan untuk melakukannya.

Karena itu, melihat orang lain memakai suatu produk dapat memberi informasi atau contoh, tetapi kemampuan, ingatan, dan motivasi tetap memengaruhi apakah perilaku itu akan ditiru.

Perbandingan teori pembelajaran konsumen

Pendekatan Apa yang dipelajari Peran konsekuensi atau pengamatan Ilustrasi pemasaran
Classical conditioning Asosiasi antara stimulus Asosiasi dapat terbentuk melalui pemasangan berulang; hadiah langsung bukan syarat dalam penjelasan dasarnya. Mengaitkan merek secara konsisten dengan isyarat atau suasana tertentu sebagai kemungkinan asosiasi.
Operant/instrumental conditioning Hubungan antara perilaku dan konsekuensi Penguatan dapat memperkuat perilaku; hukuman dapat menguranginya. Diskon, rabat, hadiah, atau program penghargaan sebagai upaya mendorong pembelian berulang.
Pembelajaran kognitif Informasi, konsep, dan strategi pemecahan masalah Pemrosesan mental aktif, penalaran, dan wawasan berperan. Konsumen membandingkan informasi untuk menyelesaikan kebutuhan pembelian.
Observational/modeling learning Perilaku atau respons yang dipelajari dengan mengamati orang lain Pengamatan, retensi, kemampuan, dan motivasi berperan; mencoba langsung tidak selalu diperlukan untuk belajar. Konsumen mengamati model sosial, termasuk seseorang yang ditampilkan dalam media.

Peran keterlibatan dan memori

Keterlibatan membantu menjelaskan mengapa konsumen tidak selalu mempelajari informasi dengan cara atau intensitas yang sama. Dalam kerangka bahan ajar yang digunakan di Indonesia, pembelajaran dengan keterlibatan tinggi terjadi ketika konsumen termotivasi untuk belajar; keterlibatan rendah menggambarkan motivasi yang sedikit atau tidak ada. Ini merupakan cara membingkai variasi perhatian dan motivasi, bukan ukuran kuantitatif universal.

Special offer. See more information about Outbyte and uninstall instructions. Please review EULA and Privacy policy.

Memori juga mendukung pembelajaran: informasi baru dapat diproses dalam memori jangka pendek atau memori kerja, lalu berhubungan dengan pengetahuan yang tersimpan lebih lama. Bahan ajar tersebut membahas memori semantik, episodik, dan skematik sebagai struktur yang relevan. Secara praktis, konsumen dapat mengingat fakta atau konsep, pengalaman pribadi, maupun pola pemahaman yang telah terbentuk; hal-hal yang sudah tersimpan itu dapat memengaruhi bagaimana informasi baru dipahami dan dipanggil kembali.

Independent reader supportYour contribution helps us test, update, and keep practical guides available for everyone.Support on Ko-Fi

Menerapkan konsep ini pada keputusan keuangan

Keempat pendekatan dapat membantu menjelaskan sisi berbeda dari perilaku konsumen, termasuk saat memilih produk keuangan. Satu keputusan dapat melibatkan lebih dari satu jenis pembelajaran: orang mungkin mengingat pengalaman terdahulu, membandingkan informasi dengan sadar, memperhatikan pilihan orang lain, dan merespons konsekuensi seperti biaya atau manfaat program.

  • Untuk memahami asosiasi: tanyakan isyarat atau suasana apa yang berulang kali ditemui bersama suatu merek, tanpa menyimpulkan bahwa asosiasi itu pasti mengubah pilihan.
  • Untuk memahami penguatan: periksa konsekuensi nyata dari tindakan, seperti diskon atau hadiah, sekaligus ketentuan dan biaya yang menyertainya.
  • Untuk memahami proses kognitif: identifikasi informasi yang dibandingkan konsumen untuk menjawab kebutuhan atau menyelesaikan masalah.
  • Untuk memahami pengamatan: pertimbangkan siapa yang dijadikan model dan apakah pengamat memiliki ingatan, kemampuan, serta motivasi untuk meniru.

Kerangka ini menerangkan mekanisme yang mungkin membentuk perilaku; kerangka tersebut bukan jaminan bahwa taktik tertentu akan menghasilkan penjualan, loyalitas, atau pilihan yang sama pada setiap konsumen.

Bacaan lanjutan

Untuk penjelasan lebih luas, Andrea Niosi membahas teori pembelajaran konsumen dalam Introduction to Consumer Behaviour (BCcampus OpenEd, 2021), termasuk bagian tentang behavioural learning theories dan cognitive learning theories. OpenStax juga menjelaskan bentuk-bentuk dasar pembelajaran dalam Psychology, bagian 6.1: What Is Learning?

Special offer. See more information about Outbyte and uninstall instructions. Please review EULA and Privacy policy.

Product prices and availability are accurate as of the date/time indicated and are subject to change. Any price and availability information displayed on Amazon at the time of purchase will apply.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Special offer. See more information about Outbyte and uninstall instructions. Please review EULA and Privacy policy.

More post from the Money Desk

  1. The Money DeskBlogTheFinanceBase09 OCT 267 minMortgage Escrow FAQs: Taxes, Insurance, Shortages, and Refunds
  2. The Money DeskBlogTheFinanceBase09 OCT 265 minHow Mortgage Escrow Accounts Work and What Homeowners Pay For
  3. The Money DeskBlogTheFinanceBase09 OCT 265 minHow to Read a Stock Chart, Volume and Market-Cap Data
Recommended PC Tool
Recommended PC Tool
Windows Errors? Fix Them Before They SpreadFree repair scan
Outdated Drivers Are Slowing You DownFree scan - exact matches

Two free Windows tools

One Free Minute Could Fix That PC

Before you go - each of these free tools takes about a minute and tackles what quietly slows a Windows PC down.

Special offer. View Outbyte info, uninstall instructions, EULA, and Privacy Policy.