The Tool Desk
Outbyte PC Repair FREERepair Windows errors before they cause bigger problemsFix Now →Outbyte Driver Updater FREEScan for outdated or missing drivers - takes under a minuteDriver Scan →Untuk menjawab contoh soal Activity Based Costing (ABC) akuntansi biaya, hitung tarif setiap aktivitas, alokasikan overhead ke produk berdasarkan pemakaian cost driver, lalu bagi total overhead produk dengan jumlah unitnya. Contoh berikut menunjukkan langkah lengkapnya untuk dua produk. Hasil yang dihitung adalah overhead per unit, bukan total biaya produk per unit.
Rumus Activity Based Costing
ABC membebankan overhead berdasarkan aktivitas yang mendorong biaya. OpenStax mendefinisikannya sebagai “the process that assigns overhead to products based on the various activities that drive overhead costs” dalam Principles of Accounting, Volume 2: Managerial Accounting, bagian 6.3 Calculate Activity-Based Product Costs.
- Tarif aktivitas = biaya dalam pool aktivitas ÷ jumlah total cost driver untuk pool itu.
- Overhead yang dibebankan ke produk = tarif aktivitas × jumlah driver yang digunakan produk.
- Total overhead ABC produk = jumlah alokasi overhead dari semua pool.
- Overhead per unit = total overhead ABC produk ÷ jumlah unit yang diproduksi.
Cost driver adalah ukuran pemakaian atau penyebab biaya pada suatu aktivitas. Contohnya jumlah setup mesin, jam inspeksi, jumlah pesanan, atau jam mesin. Gunakan driver yang sesuai untuk tiap pool; jangan otomatis memakai satu ukuran volume untuk semua biaya.
Contoh soal dan data
Misalkan sebuah latihan membandingkan Produk A dan Produk B. Data berikut merupakan ilustrasi dari PPM School, bukan hasil pengukuran perusahaan nyata. Total overhead Rp600.000.000 dibagi ke tiga pool aktivitas. Produk A menghasilkan 8.000 unit dan Produk B 2.000 unit.
#1 Best Overall
| Pool aktivitas | Overhead pool | Total driver | Driver Produk A | Driver Produk B | Tarif aktivitas |
|---|---|---|---|---|---|
| Setup mesin | Rp200.000.000 | 100 setup | 20 setup | 80 setup | Rp2.000.000 per setup |
| Inspeksi kualitas | Rp250.000.000 | 500 poin inspeksi | 100 poin | 400 poin | Rp500.000 per poin inspeksi |
| Pemrosesan pesanan | Rp150.000.000 | 300 pesanan | 50 pesanan | 250 pesanan | Rp500.000 per pesanan |
Langkah 1: Hitung tarif setiap aktivitas
Bagi biaya overhead tiap pool dengan total kuantitas driver pool tersebut. Contoh tarif setup mesin: Rp200.000.000 ÷ 100 setup = Rp2.000.000 per setup. Dengan cara yang sama, inspeksi kualitas bertarif Rp500.000 per poin inspeksi dan pemrosesan pesanan Rp500.000 per pesanan.
Langkah 2: Alokasikan overhead ke tiap produk
Produk A
- Setup mesin: Rp2.000.000 per setup × 20 setup = Rp40.000.000.
- Inspeksi kualitas: Rp500.000 per poin × 100 poin = Rp50.000.000.
- Pemrosesan pesanan: Rp500.000 per pesanan × 50 pesanan = Rp25.000.000.
Total overhead ABC Produk A = Rp40.000.000 + Rp50.000.000 + Rp25.000.000 = Rp115.000.000.
Rank #2
Produk B
- Setup mesin: Rp2.000.000 per setup × 80 setup = Rp160.000.000.
- Inspeksi kualitas: Rp500.000 per poin × 400 poin = Rp200.000.000.
- Pemrosesan pesanan: Rp500.000 per pesanan × 250 pesanan = Rp125.000.000.
Total overhead ABC Produk B = Rp160.000.000 + Rp200.000.000 + Rp125.000.000 = Rp485.000.000.
Langkah 3: Hitung overhead per unit
- Produk A: Rp115.000.000 ÷ 8.000 unit = Rp14.375 overhead per unit.
- Produk B: Rp485.000.000 ÷ 2.000 unit = Rp242.500 overhead per unit.
Angka per unit ini adalah hasil perhitungan dari data ilustrasi di atas. Jika soal meminta total biaya produk per unit, bukan overhead saja, tambahkan biaya bahan langsung per unit dan tenaga kerja langsung per unit ke overhead ABC per unit.
Rank #3
- Teacher Book
- Pages: 260
- Instrumentation: Choral
- Voicing: BOOK
Cara memeriksa hasil dan memahami perbedaannya
Jumlah alokasi kedua produk harus sama dengan total overhead pada setiap pool jika seluruh pemakaian driver telah dibebankan. Dalam ilustrasi ini, alokasi setup berjumlah Rp200.000.000, inspeksi Rp250.000.000, dan pemrosesan pesanan Rp150.000.000; totalnya Rp600.000.000. Jika hasil tidak cocok, periksa total driver, perkalian tarif dengan pemakaian produk, dan pembulatan.
Sebagai pembanding, pembagian tradisional berdasarkan unit dalam ilustrasi PPM School akan mengalokasikan Rp600.000.000 menurut proporsi produksi: Rp480.000.000 ke Produk A dan Rp120.000.000 ke Produk B. ABC memberi hasil berbeda karena Produk B memakai lebih banyak setup, inspeksi, dan pemrosesan pesanan meskipun jumlah unitnya lebih sedikit. Ini menjelaskan perbedaan pada contoh tersebut, bukan aturan bahwa ABC selalu menaikkan overhead produk bervolume rendah.
Rank #4
Kapan ABC berguna?
ABC dapat membantu ketika produk atau jasa memakai aktivitas pendukung dalam proporsi yang berbeda-beda dan overhead tidak hanya dipengaruhi satu ukuran volume. Sebaliknya, metode ini memerlukan identifikasi aktivitas, penentuan pool, dan pengumpulan data cost driver. Untuk operasi sederhana dengan produk homogen, manfaat ketelitian tambahannya perlu dibandingkan dengan usaha pengumpulan datanya. ABC juga dapat diterapkan di sektor jasa dengan pool dan driver yang disesuaikan dengan aktivitas layanan.
Quick Recap
Best Value
Product prices and availability are accurate as of the date/time indicated and are subject to change. Any price and availability information displayed on Amazon at the time of purchase will apply.
Recommended Free Tools




