Refleksi paradigma berpikir coaching adalah evaluasi diri untuk menilai cara mendampingi coachee, menentukan aspek yang ingin dikembangkan, dan memilih tindakan latihan. Dalam konteks Program Guru Penggerak, lembar refleksi membahas empat paradigma berpikir dan tiga prinsip coaching; skala nilainya membantu menyusun sasaran pribadi, bukan menguji atau mensertifikasi kompetensi.
Apa yang dinilai dalam refleksi paradigma berpikir coaching?
Dalam konteks Modul 2.3 Program Guru Penggerak, coaching dipelajari sebagai pendekatan untuk mengembangkan kompetensi diri dan rekan sejawat, termasuk dalam kaitannya dengan supervisi akademik. Lembar refleksi meminta peserta mempertimbangkan sikap dan cara pandang yang mendukung percakapan coaching.
Empat paradigma berpikir
- Berfokus pada coachee.
- Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu.
- Memiliki kesadaran diri.
- Mampu melihat peluang baru dan masa depan.
Tiga prinsip coaching
- Kemitraan.
- Proses kreatif.
- Memaksimalkan potensi.
Daftar tersebut tercantum dalam Modul 2.3: Coaching untuk Supervisi Akademik dan salinan eksplorasi konsep Modul 2.3. Salinan modul yang tersedia di situs pihak ketiga tidak memastikan edisi atau tanggal penerbitan, sehingga daftar ini sebaiknya dipahami sebagai materi dalam sumber tersebut.
Bagaimana cara mengisi refleksi?
Lembar refleksi peserta menggunakan skala 1–10 untuk menilai keadaan saat ini, menentukan target, dan menjelaskan tindakan untuk mencapainya. Agar nilai menjadi dasar pengembangan, bukan sekadar angka, kaitkan setiap penilaian dengan perilaku nyata yang pernah dilakukan.
#1 Best Overall
- Nilai keadaan saat ini. Beri nilai pribadi pada tiap paradigma dan prinsip. Tanyakan, misalnya, apakah dalam percakapan Anda lebih banyak mendengar kebutuhan coachee atau segera menawarkan solusi.
- Tuliskan bukti perilaku. Catat satu contoh yang mendukung nilai tersebut dan satu situasi yang masih terasa sulit. Contoh konkret membantu Anda memahami alasan di balik penilaian.
- Pilih sasaran yang realistis. Tentukan aspek yang paling penting untuk dilatih dan nilai tujuan yang ingin dicapai. Tidak perlu menaikkan semua nilai sekaligus.
- Tentukan tindakan dan waktu tinjau ulang. Pilih latihan yang bisa dilakukan dalam percakapan berikutnya, lalu tentukan kapan Anda akan meninjau kemajuan dan menilai ulang berdasarkan contoh baru.
Contoh isian seorang peserta yang tersedia dalam lembar refleksi peserta Program Guru Penggerak mencatat nilai 6–7 pada beberapa aspek dan target 8–9. Itu adalah jawaban individu, bukan standar yang harus dicapai peserta lain atau gambaran kemampuan populasi.
Mengubah nilai menjadi tindakan latihan
Materi Modul 2.3 mengaitkan praktik coaching dengan presence, mendengarkan aktif, pertanyaan berbobot, dan alur percakapan TIRTA. Anda dapat menggunakan unsur-unsur ini untuk merancang latihan yang sesuai dengan aspek refleksi yang dipilih.
Rank #2
| Aspek yang ingin dilatih | Latihan yang dapat dicoba | Hal yang ditinjau kembali |
|---|---|---|
| Fokus pada coachee | Dalam satu percakapan, beri ruang kepada coachee untuk menyampaikan persoalan dan menentukan arah pembicaraan sebelum Anda menawarkan gagasan. | Apakah pembicaraan mengikuti kebutuhan coachee atau beralih terlalu cepat ke solusi Anda? |
| Keterbukaan dan rasa ingin tahu | Ajukan pertanyaan berbobot yang membantu coachee mengeksplorasi situasi dan pilihan, alih-alih mengasumsikan penyebabnya. | Apakah pertanyaan membuka pemikiran, atau sebenarnya mengarahkan coachee ke jawaban yang Anda inginkan? |
| Kesadaran diri | Perhatikan dorongan, asumsi, atau reaksi Anda selama percakapan; gunakan jeda agar dapat mendengarkan dengan lebih hadir. | Apakah reaksi pribadi Anda memengaruhi cara mendengar atau merespons? |
| Melihat peluang dan masa depan | Gunakan percakapan untuk mengeksplorasi kemungkinan dan langkah ke depan, bukan hanya mengurai masalah yang sudah terjadi. | Apakah coachee dapat menyebutkan pilihan atau langkah berikutnya? |
| Kemitraan, proses kreatif, dan potensi | Gunakan alur TIRTA sebagai kerangka percakapan dan beri ruang bagi coachee untuk merumuskan pilihan serta langkahnya. | Apakah percakapan membantu coachee mengembangkan pemikiran dan potensi, bukan sekadar menerima instruksi? |
Tabel ini adalah cara praktis untuk menghubungkan tema refleksi dengan latihan; bukan rubrik penilaian resmi. Gunakan contoh percakapan yang benar-benar terjadi saat meninjau kemajuan.
Apa yang dapat dan tidak dapat disimpulkan dari skor?
Skor pada lembar refleksi menggambarkan penilaian diri peserta pada saat mengisi. Sumber yang tersedia tidak menetapkan bahwa skala 1–10 tersebut tervalidasi untuk mendiagnosis kompetensi, membandingkan peserta, atau membuktikan efektivitas coaching. Karena itu, perlakukan skor sebagai pemantik untuk menetapkan niat dan tindakan pengembangan, bukan hasil tes.
Rank #3
- An in-depth guide to the Impact Cycle, ICG's research-based and field-tested model for coaching teachers through issues that matter most to them
- Detailed guidance on how to create a "playbook" of instructional strategies to share with collaborating teachers—and how to model those strategies under different conditions
- Practical advice on preparing for and engaging in substantive, reflective, and teacher-centered coaching conversations
- Best practices for gathering, analyzing, and responding to data for improved teaching and learning
- Real-life anecdotes and testimonies from educators and coaches who have reaped the benefits of the Impact Cycle in a diverse array of schools
Program Pendidikan Guru Penggerak mencantumkan coaching dan komunikasi yang memberdayakan sebagai bagian pembelajaran calon guru penggerak. Informasi program tersedia di halaman Program Pendidikan Guru Penggerak.
Independent reader supportYour contribution helps us test, update, and keep practical guides available for everyone.Ruang lingkup: refleksi coaching dalam pendidikan
Judul ini merujuk pada lembar refleksi peserta dan materi Guru Penggerak, bukan panduan coaching karier atau bisnis secara umum. Modul 2.3 menyebut coaching bersama mentoring, konseling, fasilitasi, dan training sebagai kategori yang perlu dibedakan, tetapi materi yang dirujuk di sini tidak memberikan definisi lengkap untuk membandingkan semuanya. Dalam penggunaan lembar ini, fokuslah pada pengembangan praktik coaching dalam konteks pembelajaran dan supervisi akademik.
Quick Recap
Best Value
Product prices and availability are accurate as of the date/time indicated and are subject to change. Any price and availability information displayed on Amazon at the time of purchase will apply.




